Bamsoet Apresiasi 49 Tahun Perjalanan PDI Perjuangan Bangun Bangsa

  • Bagikan

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi perjalanan 49 tahun PDI Perjuangan yang telah memberikan banyak bakti untuk Indonesia. Selain sukses mengantarkan Indonesia menuju reformasi, PDI Perjuangan juga banyak mencatatkan sejarah dalam politik Indonesia. Antara lain, untuk pertama kalinya Indonesia berhasil memiliki presiden perempuan dan juga ketua parlemen perempuan, yakni Presiden Megawati Soekarno Putri dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Bahkan PDI Perjuangan juga sukses mengantarkan ‘warga biasa’ menjadi presiden, yakni Presiden Joko Widodo. Menjadikan politik kebangsaan semakin inklusif, tidak hanya dimiliki oleh segelintir orang saja, karena buktinya siapapun bisa menjadi pemimpin bangsa dengan syarat memiliki rekam jejak yang kompeten,” ujar Bamsoet usai menghadiri secara virtual acara puncak hari jadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-49 yang dihadiri Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin serta jajaran menteri kabinet Indonesia Kerja secara virtual di Jakarta, Rabu (10/1/22).

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mega memberikan sambutan secara virtual dan didampingi Ketua DRP Puan Maharani.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI ini menjelaskan, sebagai partai terbesar di Indonesia, PDI Perjuangan senantiasa mengobarkan semangat nasionalisme serta konsisten mengkampanyekan semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia. Terlebih dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang menuntut semua pihak untuk peduli terhadap satu sama lain. Tidak heran jika dalam peringatan HUT ke-49, PDI Perjuangan mengangkat tema ‘Bangunlah Jiwa dan Badannya untuk Indonesia Raya’.

“Berkat semangat nasionalisme dan gotong royong, Indonesia berhasil menangani pandemi Covid-19 dengan baik. Termasuk sukses mengantisipasi pandemi Covid-19 tidak menjadi krisis multidimensi seperti krisis kesehatan, krisis ekonomi, krisis sosial, bahkan menjurus kepada krisis politik dan krisis kebangsaan,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menerangkan, dalam proses pembangunan bangsa, PDI Perjuangan termasuk partai politik pertama yang mengingatkan pentingnya Indonesia memiliki Haluan Negara. Sebagaimana disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan pada Januari 2016. Serta ditegaskan kembali saat pertemuan antara pimpinan MPR RI dengan Megawati Soekarnoputri pada Oktober 2019.

“Pada era pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia memiliki Haluan Negara berupa Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Oleh Presiden Soeharto diteruskan menjadi Garis-Garis Besar Haluan Negara. Pada saat reformasi, perencanaan yang melibatkan partisipasi publik tersebut hilang. Sehingga dapat dirasakan tidak adanya kepastian bahtera Indonesia ini akan dibawa kemana, karena setiap pergantian pemimpin berganti pula haluannya. Karenanya sangat penting bagi Indonesia untuk kembali memiliki Haluan Negara, yang kini oleh MPR RI sedang dibahas dengan nomenklatur Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN),” pungkas Bamsoet. (*)

Total Views: 14 ,
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *