Terima Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Kerjasama Pelestarian Satwa

  • Bagikan

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga Dewan Pembina Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) bersama Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia H.E. Mr. Hilton Fisher membahas peluang kerjasama pelestarian satwa antara Indonesia dengan Afrika Selatan. Mengingat kedua negara dikenal sebagai negara yang memiliki koleksi satwa beraneka ragam dan endemik. Afrika Selatan, misalnya, menjadi rumah bagi mamalia darat tercepat dunia Cheetah, burung terbesar dunia Burung Unta.

Selain juga menjadi rumah bagi mamalia darat terbesar dunia Gajah Afrika, reptil terbesar dunia penyu belimbing, hingga antelop terbesar dunia Eland. Afrika juga dikenal sebagai rumah bagi The Big Five, alias lima binatang paling sulit diburu di dunia, antara lain Singa, Leopard (Macan Tutul), Gajah Afrika, Kerbau Cape, dan Badak.

“Begitupun dengan Indonesia, yang juga menjadi rumah bagi berbagai hewan eksotik dan endemik. Seperti Orang Utan, Owa Jawa, Gajah Kalimantan, Jalak Bali, Burung Maleo, Burung Merak, hingga Burung Cenderawasih. Tidak menutup kemungkinan di masa depan, selain membangun kerjasama di bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, dan pertahanan keamanan, kedua negara juga bisa membangun kerjasama dalam hal pelestarian satwa,” ujar Bamsoet usai menerima Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia H.E. Mr. Hilton Fisher, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (18/11/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, hubungan baik kedua negara sudah berlangsung sejak lama. Bahkan Nelson Mandela sebagai tokoh African National Congress (ANC) dan Presiden pertama Afrika Selatan pasca-Apartheid (1994-1999) mempunyai special attachment pada Indonesia. Mandela telah berkunjung ke Indonesia sebanyak empat kali pada 1990, 1994, 1997 dan 2002. Mandela juga menjadi tokoh dunia yang memperkenalkan batik dengan sebutan Madiba Shirt di Afrika Selatan. Saat menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations), di saat pemimpin dunia lainnya termasuk Indonesia menggunakan pakaian formal berupa Jas, Mandela justru berani mengenakan batik.

“Salah satu pahlawan nasional Indonesia, Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al-Bantani, dimakamkan di Afrika Selatan. Bahkan, Nelson Mandela sampai menyebutnya sebagai ‘Salah Seorang Putra Afrika Terbaik. Menandakan betapa kuatnya hubungan emosional ikatan batin kedua negara,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, dari sisi Indonesia, Afrika Selatan merupakan satu-satunya negara Afrika yang memiliki kesepakatan Kemitraan Strategis dengan Indonesia. Melalui Joint Declaration on a Strategic Partnership for a Peaceful and Prosperous Future Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of South Africa yang ditandatangani pada 17 Maret 2008, saat kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke Afrika Selatan.

“Dari sisi Afrika Selatan, Indonesia dipandang sebagai bangsa yang memiliki ikatan sejarah erat dengan bangsa Afrika Selatan. Pemerintah Afrika Selatan sangat menghargai peranan Pemerintah Indonesia di masa lalu yang konsisten mendukung perjuangan Afrika Selatan menentang pemerintahan Apartheid. Ditandai kehadiran wakil dari African National Congress (ANC), Mosen Kotane, sebagai observer pada KTT Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung,” terang Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menekankan, seiring kepemimpinan sebagai Ketua G20, Indonesia memandang perlunya menempatkan Afrika sebagai bagian dari solusi, Africa as part of the solution. Sebagai penyambung aspirasi negara-negara berkembang, Indonesia menginginkan kerja sama yang lebih erat dengan Afrika Selatan, untuk memberikan keuntungan dan mempersempit jurang kesenjangan pembangunan antara negara maju, berkembang dan negara kurang berkembang.

“Sebagai sesama produsen besar produk pertanian, kedua negara perlu untuk memperkuat kerjasama. Saat ini, Afrika Selatan merupakan mitra dagang utama Indonesia dari kawasan Afrika, dengan nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD 1.2 miliar di tahun 2020. Nilai tersebut masih sangat bisa ditingkatkan. Bagi Indonesia, Afrika Selatan merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan ekspor CPO dan turunannya. Sementara bagi Afrika Selatan, Indonesia menjadi tujuan ekspor bagi berbagai produk besi dan baja, bubur kertas, dan berbagai produk pertanian seperti buah tropis hingga wine,” pungkas Bamsoet. (*)

Total Views: 12 ,
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *