Respons Isu Aktual Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Rabu 28 Juli 2021

  • Bagikan

1. Praktik vaksinasi Covid-19 di lapangan kini terhambat dikarenakan Kemenkes belum mampu mencapai target suntikan harian sebab semakin menipisnya stok vaksin, respons Ketua MPR RI:

A. Meminta Kemenkes mengevaluasi sistem kerja vaksinator di lapangan dan ketersediaan vaksin, di samping melakukan koreksi ulang terhadap data kebutuhan vaksin di tiap daerah, baik vaksin umum maupun vaksin anak, agar dapat diketahui jumlah vaksin yang harus didistribusikan ke masing-masing daerah.

B. Meminta Kemenkes segera memenuhi stok vaksin di setiap daerah sesuai rujukan dari pemerintah daerah, sebab percepatan program vaksinasi perlu dilakukan secara bersama agar herd immunity dapat segera terbentuk.

C. Meminta pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap proses pembuatan vaksin dari dalam negeri ataupun vaksin yang berasal dari impor, guna menjaga ketersediaan stok vaksin, sebab target harian vaksin dari pemerintah semakin meningkat, yaitu pada Agustus mendatang direncanakan target sekitar 5 juta vaksin dalam sehari.

D. Meminta Kemenkes memperhitungkan secara realistis terhadap target vaksin yang ditetapkan, sebab harus ada sinkronisasi antara jumlah target penerima vaksin dengan jumlah ketersediaan vaksin.

2. Sebanyak 2 juta data pengguna BRI Life, perusahaan asuransi milik BRI disebut bocor dan diperjualbelikan di internet oleh hacker yang belum teridentifikasi, respons Ketua MPR RI:

A. Mendorong pemerintah meminta pihak BRI Life untuk mengklarifikasi dan menjelaskan kebenaran adanya kebocoran data yang terjadi, serta menyampaikan langkah yang dilakukan baik upaya-upaya yang telah dilakukan terhadap data yang bocor maupun upaya pencegahan terutama terhadap keamanan data nasabah dari BRI Life, agar kasus serupa tidak berulang atau meluas.

B. Meminta pihak BRI Life, dan Direktorat Siber Mabes Polri bersama tim independent di bidang cyber security untuk segera melakukan penelusuran jejak digital dalam rangka menginvestigasi kasus kebocoran dan jual-beli data pengguna BRI Life tersebut, disamping menindak tegas dan meminta pertanggungjawaban dari hacker atau pelaku jika terbukti guna memberi efek jera dan memberikan rasa aman bagi nasabah dan masyarakat, sehingga kedepannya kasus ini tidak terjadi kembali.

C. Meminta pihak BRI Life bersama tim independent di bidang cyber security untuk berfokus membenahi sistem dan keamanan server yang digunakan BRI Life, disamping mengevaluasi keamanan data pengguna pada sistem BRI Life serta melakukan hal-hal yang diperlukan guna meningkatkan perlindungan data nasabah pemegang polis BRI Life.

D. Meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat untuk segera merampungkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP). Sebab, Undang-Undang PDP ini menjadi sumber hukum bagi perlindungan masyarakat terutama terhadap pasal-pasal yang krusial yang menjadi perdebatan, agar adanya perlindungan data pribadi warga di tengah maraknya kasus kejahatan siber.

Terima kasih.

Total Views: 65 ,
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *