Respons Isu Aktual Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Kamis 3 Juni 2021

  • Bagikan

1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama Kementerian Agama meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDdikdasmen) di masa pandemi Covid-19, respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah untuk segera menyosialisasikan PAUDdikdasmen tersebut kepada seluruh sekolah dan tenaga pendidik, yang nantinya panduan ini akan menjadi alat bantu bagi tenaga kependidikan jenjang PAUD Dikdasmen untuk persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

B. Meminta pemerintah untuk tetap memberikan  pendampingan kepada sekolah-sekolah dalam menerapkan panduan PAUDdikdasmen tersebut, agar pengelola sekolah khususnya tenaga pendidik benar-benar memahami secara teknis sekaligus menerapkan panduan tersebut sebaik mungkin.

C. Meminta pemerintah untuk dapat mengawasi pelaksanaan PTM terbatas di seluruh wilayah yang menyelenggarakan, disamping memastikan pihak sekolah mengikuti panduan yang telah ditetapkan.

D. Berharap panduan ini bisa mendorong pembelajaran yang mengantisipasi dampak negatif learning loss hingga lost generation akibat penerapan PJJ yang terlalu lama.

2. Diterapkannya operasi penegakan hukum di sebagian kawasan Papua untuk menangani kelompok kriminal bersenjata yang belakangan dilabeli teroris meyebabkan tak kurang dari 3.000 warga di Kabupaten Puncak, Papua, mengungsi, respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan untuk mendata dan mengidentifikasi para pengungsi, disamping terus memenuhi kebutuhan pokok seperti tempat berlindung yang aman maupun kebutuhan lainnya yang diperlukan selama di pengungsian.

B. Meminta pemerintah bersama aparat TNI dan Polri untuk dapat menjamin keamanan bagi para pengungsi, disamping terus mempersempit ruang gerak KKB/kelompok teroris, pemerintah juga diharapkan berupaya melakukan dialog dengan sejumlah pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dinyatakan KKB oleh pemerintah agar situasi di Papua kembali kondusif tanpa ada lagi kontak senjata.

C. Meminta komitmen pemerintah dan aparat untuk terus memberikan perlindungan keamanan bagi masyarakat Papua, dan dapat membedakan antara KKB/teroris dan masyarakat biasa, agar masyarakat tidak menjadi korban saat aparat keamanan melaksanakan upaya penegakan hukum menghadapi KKB.

3. Belum adanya pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait pembukaan kuota haji bagi jamaah Indonesia yang sebelumnya diketahui bahwa Indonesia tidak masuk ke dalam negara yang diperbolehkan ke Arab Saudi dikarenakan vaksin yang belum mendapatkan izin resmi dari World Health Organization/WHO, respon Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah Indonesia melakukan upaya diplomasi secara intens dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar Indonesia diberikan kuota haji untuk tahun 1441 H / 2021, serta menyampaikan penjelasan alasan Indonesia menggunakan vaksin Sinovac secara terbuka, disamping vaksin Sinovac saat ini telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Listing (EUL) Procedure dari WHO, sehingga diharapkan calon jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah Haji tahun ini.

B. Berharap dengan adanya sertifikasi vaksin sinovac dari WHO maka hal tersebut bukan merupakan halangan bagi jemaah Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun ini. MPR berharap sertifikasi tersebut bisa membantu masyarakat Indonesia ke depannya melakukan perjalanan, baik di dalam negeri atau di luar negeri, termasuk umrah.

C. Meminta pemerintah memberikan jaminan kesehatan bagi jemaah haji apabila nantinya Arab Saudi menyetujui Indonesia memberangkatkan jemaah haji, sekalipun jamaah haji telah diberikan vaksin

D. Meminta pemerintah Indonesia tetap melakukan langkah diplomasi dan negosiasi dengan otoritas terkait perihal perjalanan warga negara Indonesia/WNI ke luar negeri, khususnya dalam hal ini dengan pemerintah Arab Saudi seiring dengan pemberlakuan syarat pelaksanaan haji dan umroh.

4. Vaksin covid-19 buatan Sinovac telah mendapat izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization/WHO, respon Ketua MPR RI:

A. Menyampaikan  apresiasi kepada pemerintah atas penggunaan vaksin Sinovac dan menyampaikan penghargaan terhadap pencapaian medis dalam penggunaan vaksin Sinovac untuk mengatasi pandemi covid-19, serta berharap agar vaksin Sinovac dapat bermanfaat sebagai salah satu upaya membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity dalam penanggulangan covid-19.

B. Meminta pemerintah memperhatikan secara seksama terkait ketentuan penggunaan vaksin Sinovac yang telah dianjurkan oleh WHO.

C. Meminta pemerintah mengoptimalkan program vaksinasi di tanah air, guna memastikan baik stok persiapan ataupun vaksin Sinovac yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia tersedia dengan baik.

D. Meminta pemerintah tetap terus melanjutkan pengembangan vaksin dalam negeri, seperti vaksin Merah Putih, sebagai upaya Indonesia dapat mandiri dalam ketersediaan vaksin,  dan tidak terus bergantung pada vaksin impor.

Terima kasih.

Total Views: 36 ,
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *