Respons Ketua MPR RI Selasa 11 Mei 2021

  • Bagikan
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
1. Seorang pemuda diberitakan meninggal dunia setelah memperoleh vaksin Covid-19 Astrazeneca, respons Ketua MPR RI:

A. Meminta Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) untuk segera melakukan investigasi mendalam mengenai meninggalnya seorang pemuda tersebut, dengan menganalisis apakah benar kematian pemuda tersebut dikarenakan ekses dari setelah dilakukannya vaksinasi Astrazeneca, sekaligus untuk meredam pemberitaan negatif terkait vaksin Covid-19.

B. Meminta pemerintah dan Komnas KIPI untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat yang akan dan telah memperoleh vaksin Covid-19, agar dapat segera menghubungi kontak yang tertera pada kartu vaksinasi apabila merasakan adanya gejala efek samping ataupun keluhan usai divaksin. Dengan begitu, Komnas Pengkajian dan Penanggulangan KIPI (Komnas PP KIPI) melalui petugas puskesmas atau rumah sakit terdekat dapat segera menindaklanjuti laporan dengan melakukan penanganan (pengobatan dan perawatan) secara maksimal.

C. Meminta komitmen pemerintah dan Komnas KIPI untuk memberikan perhatian khusus dan respons cepat terkait deteksi dan pelaporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) Covid-19, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi, sekaligus membuktikan vaksin yang diberikan aman untuk kesehatan masyarakat.

D. Meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi buruk serta tidak termakan isu negatif terkait vaksin Astrazeneca hingga adanya kepastian dan penjelasan dari Komnas PP KIPI, serta MPR berharap program vaksinasi dan upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia dapat berjalan lancar dan aman serta mendapat dukungan luas dari masyarakat.

2. Hasil tes acak dalam Operasi Ketupat 2021 mengindikasikan risiko penularan Covid-19 yang tinggi setelah 4.123 pemudik diketahui positif Covid-19, respons Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah dan seluruh pihak agar menjadikan temuan 4.123 pemudik terkonfirmasi positif Covid-19 dalam tes acak Operasi Ketupat 2021 sebagai peringatan tentang risiko penularan yang masih tinggi serta potensi lonjakan kasus aktif Covid-19 pasca libur lebaran. Oleh karenanya, pemerintah perlu bergerak cepat dalam mencegah lonjakan kasus aktif Covid-19 terjadi dengan melakukan beberapa upaya antara lain membuat pedoman rekayasa dan kesiapan layanan kesehatan jika terjadi lonjakan kasus, melakukan koordinasi antar Satgas Penanganan Covid-19 mulai dari tingkat nasional sampai tingkat kelurahan/desa serta menerapkan pembatasan mobilitas secara ketat.

B. Meminta pemerintah pusat, khususnya pemerintah daerah untuk lebih menggencarkan pengetesan dan penerapan isolasi mandiri guna mencegah lonjakan kasus Covid-19 di daerah, mengingat diketahui banyaknya masyarakat yang nekat melakukan perjalanan mudik ke sejumlah daerah.

C. Meminta pemerintah daerah berkordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 daerah untuk memastikan pemudik yang teridentifikasi positif Covid-19 dari pemeriksaan acak diawasi secara ketat ketika melakukan isolasi mandiri apabila harus kembali ke daerah asal maupun ke daerah tujuan mudik.

D. Mengimbau seluruh daerah untuk bersiap menangani dan menerima lonjakan kasus pasca libur lebaran, mengingat tren mobilitas penduduk nasional menunjukkan kenaikan tujuh hari terakhir ini.

3. Konsumsi daging yang diprediksi akan tinggi jelang Lebaran, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit yang menular melalui pangan hewani, respons Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap kebutuhan akan daging layak konsumsi pada setiap pedagang daging dipasar, disamping pemerintah juga mengingatkan peternak hewan untuk tidak menggunakan obat yang tidak sesuai pada hewan, dikarenakan adanya kemungkinan peternak-peternak yang tidak bertanggungjawab menyalahgunakan obat untuk memacu produktivitas.

B. Meminta pemerintah memperketat prosedur di rumah pemotongan hewan, guna memastikan kesehatan hewan melalui tim pemeriksa kesehatan hewan, sehingga hewan tersebut layak dan bisa untuk dijual atau aman dikonsumsi masyarakat.

C. Meminta pemerintah melakukan pengawasan terpadu untuk memastikan ketersediaan stok produk pangan asal hewan strategis, seperti daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras, serta memastikan hewan tidak dalam kondisi sakit dan mengonsumsi obat ketika diperjualbelikan di pasaran.

D. Meminta pemerintah mengoptimalkan upaya dalam menjamin keamanan dan ketersediaan produk hewan sesuai Surat Edaran Dirjen PKH Nomor 4586/SE/PK.350/04/2021 tanggal 6 April 2021 tentang Penjaminan Penyediaan Produk Hewan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) Menjelang dan/atau pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021.

Terima kasih.

Total Views: 43 ,
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *