Respons Ketua MPR RI Senin 26 April 2021

  • Bagikan
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
1. Angka keterisian rumah sakit/RS yang menangani pasien Covid-19 berkurang, namun beban kerja perawat di ruang ICU RS yang menangani covid-19 masih banyak atau tinggi, artinya ada kemungkinan penurunan covid-19 hanya sedikit atau banyak kasus yang berat, respons Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah dan pihak rumah sakit rujukan perawatan covid-19 tidak menjadikan penurunan kasus di Indonesia sebagai sebuah euforia, melainkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya gelombang kedua infeksi virus corona, mengingat beban kerja ICU di RS yang menangani covid-19 ternyata masih cukup tinggi.

B. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan/Kemenkes, memastikan rumah sakit tetap mengalokasikan cadangan atau tambahan tempat tidur untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus covid-19, khususnya setelah periode Lebaran usai, mengingat adanya potensi mudik tetap dilakukan meskipun adanya larangan dari pemerintah, sehingga penting untuk melakukan langkah preventif dan tetap siap siaga menghadapi peningkatan kasus covid-19.

C. Meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, memastikan rumah sakit rujukan covid-19 mendata seluruh nakes, baik dokter maupun perawat yang bertugas menangani pasien covid-19, agar insentif dapat diberikan tepat sasaran dan dapat diketahui kecukupan kuota nakes yang menangani pasien covid-19, sehingga pasien covid-19 tetap dapat tertangani secara baik dan profesional di tengah beban kerja ICU RS yang masih tinggi.

D. Meminta pemerintah memastikan angka positivity rate covid-19 harian untuk pemeriksaan tes PCR tetap konsisten di atas 20 persen, dan juga tetap mengoptimalkan upaya tracing dan treatment, serta meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan, agar angka covid-19 dapat terus menurun hingga mata rantai penyebaran covid-19 benar-benar putus.

2. Kelompok kriminal bersenjata/KKB di Distrik Beoga, Papua, menembak Kepala Badan Intelijen Nasional/BIN Daerah Papua (25/04/21), respons Ketua MPR RI:

A. Menyampaikan rasa dukacita yang mendalam serta mengutuk keras aksi kekerasan yang dilalukan oleh KKB yang mengakibatkan korban tewas yaitu Kepala BIN Papua.

B. Meminta Pemerintah Daerah/Pemda bersama TNI-Polri agar memberikan penjelasan dan keterbukaan informasi mengenai kronologis dari penembakan tersebut.

C. Meminta pemerintah pusat bersama TNI-Polri agar segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi aksi kekerasan dan baku tembak yang sering terjadi antara aparat TNI-Polri dengan KKB di Papua, mengingat aksi serangan oleh KKB sering kali menyebabkan korban jiwa.

D. Meminta pemerintah melakukan pemetaan lokasi dan mengidentifikasi strategi yang dilakukan KKB, agar TNI dan Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dapat mengcounter aksi kekerasan yang dilakukan KKB, serta melakukan pendekatan secara intensif kepada masyarakat Papua, agar masyarakat Papua tidak terpengaruh dengan ideologi dari KKB, dan masyarakat Papua dapat merasakan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan. MPR meminta pemerintah atau negara hadir dan menjadi solusi atas permasalahan yang dialami oleh masyarakat Papua saat ini, khususnya dengan keberadaan KKB yang dapat mengancam keamanan hidup masyarakat Papua.

E. Meminta pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme/BNPT segera mengambil sikap tegas dan mempertimbangkan untuk mengubah status KKB di Papua menjadi kelompok teroris, mengingat KKB telah mengancam keamanan masyarakat dan menciptakan rasa takut bagi warga sipil dikarenakan tindakan teror yang dilakukan oleh KKB, seperti tindakan berupa ancaman kekerasan dan penggunaan senjata api yang menimbulkan efek ketakutan yang luas di tengah masyarakat. KKB harus ditindak berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang.

F. Meminta pemerintah dan aparat berkomitmen menjamin keamanan dan kenyamanan hidup warga Papua yang bebas dari ancaman dan aksi terorisme. Pemerintah harus dapat memutus rantai pemasokan senjata kepada KKB dan memutus aspek ekonomi, sosial, dan lainnya, serta melakukan penekanan terhadap ruang gerak dari KKB agar KKB tidak lagi mengancam kehidupan masyarakat di Papua dan tidak ada lagi korban jiwa.

3. Varian baru hasil mutasi Covid-19 sudah tersebar diseluruh provinsi di Indonesia, dua diantaranya varian mutasi B117 dan E484K. Temuan ini berdasarkan whole genome sequencing yang dilakukan pemerintah dalam memetakan sebaran varian baru, respons Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama pakar dan peneliti untuk terus melakukan penelitian dalam menemukan cara mengatasi perkembangan varian baru Covid-19 yang terus bermutasi, salah satunya dengan memperbanyak varian vaksin yang memiliki efektivitas tinggi terhadap varian baru Covid-19. Mengingat, virus SARS-CoV-2 masih terus bermutasi memunculkan berbagai varian baru.

B. Meminta pemerintah untuk terus melakukan penguatan sekaligus percepatan program vaksinasi kepada seluruh masyarakat, terutama vaksinasi untuk kelompok rentan sehingga dapat segera mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

C. Meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM bersama pihak imigrasi untuk melakukan pengetatan berlapis bagi warga negara asing (WNA) di setiap pintu masuk ke Indonesia, dengan menetapkan larangan berkunjung bagi WNA ke Indonesia, khususnya yang melalui jalur udara, disamping mempertimbangkan penutupan sementara jalur masuk ke Indonesia guna mencegah bertambahnya varian baru Covid-19 dari negara lain.

D. Meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan 3T (testing, tracing, dan treatment) khususnya di wilayah yang paling banyak ditemukan varian baru Covid-19, sebagai langkah pemerintah dalam mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran.

E. Meminta pemerintah bersama para pakar/peneliti untuk terus melakukan riset mendalam terhadap perkembangan mutasi virus SARS-CoV-2, sehingga dapat diketahui efikasi sekaligus efektivitas vaksin dalam menanggulangi varian baru tersebut.

Terima kasih.

Total Views: 39 ,
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *