Respons Isu Aktual Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Jumat 26 Maret 2021

  • Bagikan
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
1. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi/TPI Bandara Soekarno-Hatta menemukan kasus pengguna visa elektronik palsu Republik Indonesia untuk pertama kalinya di Indonesia, respons Ketua MPR RI:

A. Meminta pihak Imigrasi selalu waspada dan meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi jika ada pemalsuan tersebut, dan meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas hal tersebut karena melanggar ketentuan yang ada di dalam Pasal 121 huruf B Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, serta menindak tegas pihak yang terbukti terlibat dalam pemalsuan visa elektronik tersebut sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

B. Meminta pemerintah bersama Imigrasi menjadikan hal tersebut sebagai evaluasi secara menyeluruh untuk menutupi semua kekurangan di era digital saat ini, sehingga kedepannya sistem keamanan dan pengajuan untuk visa elektronik dapat lebih diperketat sehingga memiliki zero chance untuk dipalsukan.

C. Meminta Imigrasi agar meningkatkan dan memperketat pemeriksaan warga negara asing/WNA yang keluar dan masuk ke Indonesia, dengan memastikan identitas, paspor, dan visa biasa maupun elektronik orang asing tersebut asli.

D. Meminta aparat keamanan bersama pihak Imigrasi untuk menelusuri sindikat pemalsuan visa elektronik tersebut hingga ke jaringan utamanya, mengingat sindikat yang bergerak dalam pembuatan visa elektronik palsu mulai muncul sejak pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan yang membatasi keluar masuknya WNA.

2. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyusun empat tujuan strategis dari ketahanan dan kemandirian kesehatan menuju Indonesia emas 2045, respons Ketua MPR:

A. Mendukung upaya Kementerian BUMN tersebut, dan diharapkan Kementerian BUMN untuk dapat merealisasikan empat tujuan strategis dari ketahanan dan kemandirian kesehatan tersebut, dan dengan adanya tujuan strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran kontribusi Indonesia dibidang kesehatan baik di tingkat regional maupun global.

B. Meminta pemerintah dalam hal ini Kemenkes agar dapat menerjemahkan empat strategis tersebut dalam program kerjanya serta menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum memperkuat kemandirian dan ketahanan di bidang kesehatan. Mengingat, Indonesia saat ini dinilai memiliki tantangan dalam mewujudkan kemandirian kesehatan, seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM), bahan obat-obatan dan alat kesehatan.

C. Meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk terus berupaya memperbaiki tata kelola di bidang kesehatan, terutama pentingnya pemerataan tenaga kesehatan di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T). Mengingat, salah satu unsur penting dalam memiliki ketahanan dan kemandirian adalah SDM yang terampil dan unggul.

D. Meminta pemerintah untuk dapat memperkuat riset bidang kesehatan di Indonesia, sebagai salah satu upaya peningkatan pengembangan kemampuan SDM dan peningkatan alat-alat kesehatan serta obat-obatan, mengingat hal ini sangat vital bagi upaya Indonesia membangun kemandirian kesehatan.

E. Meminta komitmen pemerintah dalam hal ini Kemenkes agar terus berupaya melakukan penguatan ketahanan dan kemandirian kesehatan di dalam negeri, sehingga nantinya akan berdampak positif bagi peningkatan status kesehatan masyarakat Indonesia.

3. Sehubungan dengan libur Hari Raya Paskah yang jatuh di akhir pekan depan (2/4), sehingga memiliki potensi akan terjadinya kembali lonjakan mobilitas masyarakat di masa pandemi, respons Ketua MPR RI:

A. Meminta pemerintah, pemerintah daerah bersama Satgas Penanganan Covid-19 baik pusat dan daerah agar menetapkan larangan untuk keluar kota dan segera menyusun strategi hingga kebijakan, sebagai langkah antisipatif dalam mencegah lonjakan mobilitas saat libur Hari Raya Paskah terjadi.

B. Meminta pemerintah daerah (pemda) bekerja sama dengan TNI-Polri untuk meningkatkan pengawasan di jalan menuju dan keluar dari daerah tertentu serta tempat-tempat wisata ataupun lokasi yang sering menjadi titik keramaian masyarakat, guna memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

C. Mengimbau masyarakat agar secara bijak memanfaatkan waktu libur akhir pekan tersebut, dengan tetap berada di rumah dan tidak mendatangi tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa, serta tetap secara disiplin menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Mengingat, kedisiplinan masyarakat turut membantu upaya pemerintah menekan angka pertumbuhan kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Terima kasih.

Total Views: 27 ,
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *